Kicauan Manis Berujubg Manis
Suara riuh soraki sebuah nama
Kepalan tangan,kerutan dahi,menjadi sebuah saksi,
Betapa kami memujimu
Betapa kami menyimpan asa.
Lantang bercampur getar
Ucapmu lontarkan janji-janji
Gerakmu siratkan harapan
Lakumu tegaskan perjuangan
Kini tahtamu telah kau raih
Kuasamu telah kau genggam
Akankah janji itu pasti?
Akankah asa itu nyata?
Kursi-kursi itu begitu nyaman
Seakan tak ingin beranjak
Seolah itu milikmu seutuhnya
Seolah itu untukmu selamanya
Masa memang merubah segalanya
Kau lupa,kau terlena,
Jbatan itu begitu elok
Kekuasaan itu begitu hikmat
Kini kami masih menyorakimu
Namun dengan amarah dan sumpah serapan
Menyaksikan nama-nama yang kami teriaki dulu
Menjelma menjadi pencuri-pencuri ulung
Kemanakah janji itu?
Kemanakah asa itu?
Begitu manis terdengar
Begitu miris yang terasa
Penguasa menjadi tersangka
Wakil rakyat menjadi terdakwa
Membayar apa yang telah di tanam
Menebus apa yang telah di tebar