KERETA CEPAT

KERETA CEPAT

KERETA CEPAT

KERETA CEPAT

Minggu, 21 Mei 2017


TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China merasa yakin mampu mengerjakan proyek kereta berkecepatan tinggi dengan rute Jakarta-Bandung akan selesai tepat waktu pada akhir 2019.
"China sepenuhnya percaya diri dalam penyelesaian awal pembangunan dan pengoperasian kereta api. Ketika kami datang untuk menimbang proyek ini, maka lebih baik untuk mendengar kata-kata dari peserta proyek, yaitu kami dan Indonesia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dalam pernyataan pers di Beijing, Jumat (31/3/2017).
Pernyataan tersebut untuk menanggapi pemberitaan kantor berita asing yang menyebutkan proyek yang sempat jadi rebutan China dan Jepang tersebut berjalan lambat.
Menurut sepengetahuannya, pekerjaan persiapan untuk pembangunan semua bagian proyek tersebut terus berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah China, pemerintah Indonesia, dan perusahaan yang terlibat.
"Kereta api berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung merupakan proyek sistematis yang besar. Prosedurnya berawal dari negosiasi kontrak, studi kepatuhan, desain rute, pembebasan lahan, survei lapangan, dan persiapan konstruksi. Untuk pembangunan semua bagian, penyelesaian dan pengoperasian, semua memakan waktu," paparnya.
Menurut dia, bisa saja timbul masalah dari salah satu tahapan berikut yang sedikit menghambat pekerjaan.
"Namun sejak pembangunan bagian penting proyek itu dimulai tahun lalu, China dan Indonesia telah bekerja sangat erat untuk mendorong semua pekerjaan sebagai upaya terbaik mereka," katanya menambahkan.
Lu menjelaskan bahwa kedua belah pihak saat ini saling berkonsultasi terkait kontrak dan perjanjian pinjaman untuk pengadaan teknis konstruksi (EPC).
"Sejauh yang kami tahu, kedua belah pihak akan segera menandatangani perjanjian ini dalam waktu dekat," ujarnya
Ia melihat proyek tersebut akan menjadi kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara yang merupakan hasil kerja kerja sama praktis kedua negara.
"Proyek tersebut bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak bertekad untuk bekerja sama. Perusahaan dan lembaga keuangan dari kedua negara telah menjalin hubungan sangat dekat," kata Lu.
Sumber : Antara

Minggu, 05 Februari 2017

                   Kicauan Manis Berujubg Manis

Suara riuh soraki sebuah nama
Kepalan tangan,kerutan dahi,menjadi sebuah saksi,
Betapa kami memujimu
Betapa kami menyimpan asa.

Lantang bercampur getar
Ucapmu lontarkan janji-janji
Gerakmu siratkan harapan
Lakumu tegaskan perjuangan

Kini tahtamu telah kau raih
Kuasamu telah kau genggam
Akankah janji itu pasti?
Akankah asa itu nyata?

Kursi-kursi itu begitu nyaman
Seakan tak ingin beranjak
Seolah itu milikmu seutuhnya
Seolah itu untukmu selamanya

Masa memang merubah segalanya
Kau lupa,kau terlena,
Jbatan itu begitu elok
Kekuasaan itu begitu hikmat

Kini kami masih menyorakimu
Namun dengan amarah dan sumpah serapan
Menyaksikan nama-nama yang kami teriaki dulu
Menjelma menjadi pencuri-pencuri ulung

Kemanakah janji itu?
Kemanakah asa itu?
Begitu manis terdengar
Begitu miris yang terasa

Penguasa menjadi tersangka
Wakil rakyat menjadi terdakwa
Membayar apa yang telah di tanam
Menebus apa yang telah di tebar